Rabu, 23 Oktober 2019

SANAKKU (SAsak dan NAskah Kuno)

Assallamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya bersama rekan-rekan saya dalam menelusuri jejak- jejak peninggalan zaman dahulu. Perjalanan kami tak semudah yang dibayangkan, kami harus mencari terlebih dahulu para penggiat atau para narasumber yang memang bisa kita gali pengetahuannya tentang Sasak dan Naskah Kuno khususnya. Berbagai cara dilakukan, dari mulai bertanya kepada kakak kelas, hingga kepada kalangan orangtua, begitu banyak yang direkomendasikan, dari mulai paman SaBan sendiri yang memang salah satu tokoh adat yang ada di daerah SaBan, selain itu direkomendasikan di kuripan, hingga hal yang tak terduga adalah guru SMP SaBan. Spontan dengar usulan tersebut, siang hari pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 SaBan langsung ke rumah beliau, dengan tujuan silaturahmi, diskusi-diskusi kecil dan tentunya sekaligus membuat janji.

Setelah SaBan sampai di rumah beliau, SaBan disambut dengan baik, dan nama SaBan sungguh masih diingat padahal sudah hampir 5 tahun berlalu, sungguh guru yang luar biasa, kami pun berdiskusi ringan dan SaBan pun mengutarakan maksud atau tujuan SaBan hadir, lalu tanpa berpikir panjang beliau pun dengan senang hati akan membantu. Namun perlu diketahui, beliau adalah guru muatan lokal, yang ternyata sejak muda memang sudah menyukai naskah kuno, tak hanya itu SaBan juluki beliau dengan Bapak Sasak, karena beliau adalah keturunan asli dari masyarakat Sasak, nama beliau adalah Lalu Pathul Ridwan, seorang pegawai kelahiran 15 November 1966.

Narasumber

Alhamdulillah semua berjalan lancar, namun sebelum SaBan dan rekan-rekan SaBan berkunjung untuk berdiskusi, tentunya sebelum hari H, SaBan terlebih dahulu membuat janji karena kita harus tetap menjunjung etika dalam bertamu, nah setelah SaBan mengungkapkan maksud dan tujuan SaBan dengan senang hati beliau mengizinkan diskusi itu berlangsung, hingga SaBan dan Bapak Sasak membuat janji, ya kami membuat janji untuk datang pada hari Ahad, tanggal 20 Oktober 2019 pukul 10.00 WITA. Usai dari rumah beliau SaBan pun langsung memberi kabar kepada rekan-rekan SaBan agar bisa hadir tepat waktu pada jam yang telah disepakati.

Waktu terus berlalu, hari itu pun hadir, kami semua berkumpul di satu titik, namun ternyata Allah berkehendak lain, salah satu dari kelompok kami tertimpa musibah, motor yang akan dipakai untuk menuju rumah Bapak Sasak ternyata hilang, maka dengan berat hati perjalanan kami pun tetap dilanjutkan karena sudah janji. Tak hanya sampai sana sahabat SaBan, kami harus mengalami dua kali tersesat , hingga pada akhirnya kami pun sampai pada tujuan walau telat dari pukul yang sudah dijanjikan. Mengapa tersesat?, karena rekan-rekan SaBan berangkat dari Mataram sedangkan SaBan sendiri menunggu mereka sampai di rumah, baru berangkat bersama ke lokasi.

Alhamdulillahnya mereka sampai dengan selamat, lalu kami bediskusi untuk membawakan buah tangan apa yang pas setelah itu kita berangkat. Tibanya kami di rumah beliau, kami pun mengungkapkan kembali apa tujuan dan maksud kami hadir dan ingin berdiskusi dengan beliau, tidak lain adalah ingin mengetahui bagaimana bentuk peninggalan pendahulu Sasak, seperti apa bentuknya, dan bagaimana tips-tips menjaga hadirnya Naskah Kuno di era zaman yang sudah sangat praktis. Mau tahu? yuk, simak terus ya tulisan ini sampai selesai.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Naskah adalah karangan yang masih ditulis tangan atau diketik secara manual; karangan seseorang yang dianggap sebagai karya asli; bahan-bahan berita yang siap di edit dan diberitakan. Naskah Kuno itu sendiri menurut narasumber yang kami dapatkan adalah kumpulan cerita-cerita yang diangkat dari kehidupan istana yang ada di Lombok yang menggunakan bahasa Sasak campuran/ linggih atau dalam bahasa Sasak disebut dengan Takepan atau Babat.

Selain itu, ada juga yang disebut dengan Pemaos atau pembaca naskah, sedangkan penerjemahnya adalah Pujangga. Nakah kuno ini ditulis menggunakan daun lontar dan menggunakan pemaje atau pisau kecil runcing.

Naskah Kuno lontar Rengganis

Gambar di atas adalah salah satu contoh dari naskah kuno, namamanya Lontar Rengganis. Menurut beliau Rengganis itu berasal dari dua kata yakni Reng dan Ganis. Reng = Roh, Ganis = Manis atau baik. Jadi lontar atau takepan Rengganis ini adalah naskah kuno yang berisi tentang kisah seorang putri raja berparas cantik dan manis yang memiliki perilaku yang baik secara dunia dan akhirat. Kalau SaBan simpulkan Rengganis ini adalah Putri yang selain baik beliau pun juga adalah putri yang taat kepada Tuhanya. Naskah ini berisikan prosa dan prosa lirik ada pun yang berbentuk pantun atau gurindam. Selain lontar Rengganis, ada juga naskah-naskah lain yakni asmara Dono, Surat menat, Takepan Monyeh, dan naskah-naskah yang jika ingin dibuka harus melakukan beberapa ritual khusus, seperti upacara adat dulu, dan beberapa ritual lainnya.

Lontar atau takepan Rengganis ini termasuk ke dalam naskah biasa, walau termasuk naskah biasa, naskah ini ada caranya jika mau dibaca. Salah satu caranya adalah dengan mengoleskan air khusus kebagian lontar yang akan dibaca. Seperti berikut :

Cara Membaca Takepan/ Lontar Rengganis

Setelah dioleskan air tersebut, maka huruf-huruf yang ingin dibaca akan terlihat jelas, perlu diketahui juga, naskah kuno lontar Rengganis ini menggunakan huruf kawi atau huruf jejawan atau huruf sasak campuran yang disebut linggih. Mengapa hal-hal seperti itu perlu dilakukan, karena ritual-ritual tersebut mengandung nilai-nilai tradisional dan bahasa lisan tersendiri.

Lontar Rengganis

Naskah-naskah kuno ini terbagi berdasarkan strata sosial :

  1. Strata Keturunan pemimpin atau golongan pertama yang biasa disebut golongan madya atau utama, strata ini ditempati oleh raja atau datu.
  2. Golongan rakyat atau masyarakat, kaum nista atau kaum biasa.

Di zaman seperti sekarang ini begitu rentan kehilangan warisan nenek moyang kita yang seharusnya dijaga malah hilang, adapun beberapa tips dalam menjaga naskah kuno, antara lain :

  1. Memelihara atau menaruh di tempat yang baik, seperti lemari khusus, dibuatkan peti atau gerobak khusus.
  2. Mengembangkan nilai-nilai yang terkandung
  3. Memperkenalkan kepada generasi baru

Nah itu beberapa tips-tipsnya sahabat SaBan, selain itu kita sebagai generasi muda harus tahu juga dong sejarah dari daerah kita juga. Karena ini Naskah kuno maka berkaitan erat dengan SaSak. Nah tahu gak nih asal muasal kata SaSak? Tahu gak??? Biar nggak penasaran lanjutkan bacanya ya sampai selesai.

Asal muasal kata SaSak, jadi ada 2 versi yang pertama dari kata sak-sak (satu satu) nah ini berasal dari pada zaman dahulu orang- orang yang pertama kali masuk ke lombok ini mengklaim dirinya adalah orang yang pertama yang sampai pada daerah ini. Memang benar yang pertama, namun ada yang pertama dari jalur timur, barat, selatan, utara. Sehingga dari kata sak-sak itulah muncul kata sasak. Lalu versi yang kedua, ketika para pendatang pertama kali sampai di daerah ini mereka menemukan pulau ini begitu sesak dengan tumbuh- tumbuhan naik itu pohon, semak- semak dsb. Sehinga dari kata sesak itulah muncul kata SaSak. Untuk nama Lombok itu sendiri berasal dari kata Lumbuq yang berarti lurus. Karena berbagai pengucapan Lumbuq, Lumbuq,Lumbuq, jadinya Lombok. Selain itu sahabat SaBan di Lombok sebenarnya masih banyak para penggiat Naskah kuno jika kita mau mendalaminya lagi. Salah satu contoh yang masih sering melakukan pembacaan naskah ada di Bale Beleq, Bonjeruk Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Kegiatannya rutin setiap 2x perbulan, setiap hari Sabtu di pekan pertama, dan hari Sabtu di pekan terakhir. Tuuuh kalau penasaran bisa langsung kesana aja ya. Selain itu ada juga organisasi atau komunitas para penggiat, namanya Paguyuban Pemaos, di daerah Lombok Tengah bagian selatan, umumnya di Pujut dan Sengkol. Nah biasanya pembacaan naskah kuno ini diiringi atau dibaca dengan Tembang macapat Sasak. Naskah kuno ini pun sering dibaca pada bulan-bulan Islam, bulan Maulid, Muharram, Dzulhijjah, atau bahkan saat acara pernikahan.

Nah itu sekilas dari pengalaman SaBan semoga apa yang SaBan tulis bisa bermanfaat. Terimakasih 🤗 Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarokatuh