Rabu, 13 November 2019

PendekaP DaTra Sasak (Pendekatan Pragmatik dalam Tradisi Sasak (Nyeput)

Assallamu’alaikum Wa rohmatullahi Wa barokatuh, hallo sahabat SaBan, kemarin SaBan sudah menceritakan tentang SaNaKku (Sasak dan Naskah Kuno) nah sekarang tentang Nyeput, atau tulisan ini SaBan beri nama PendekaP Datra SASAK atau Pendekatan Pragmatik Dalam Tradisi Sasak Nyeput,kira-kira tahu gak niih apa Nyeput??? Nah loh jangan ngarang-ngarang ya, baca aja tulisan SaBan sampai selesai, biar gak ada salah tafsir, tulisan kali ini berbicara tentang Pragmatik juga yakni salah satu kajian bahasa, jadi tulisan ini perpaduan antara kajian bahasa dengan suatu tradisi, kira-kira bagaimana ya??? Langsung aja yuk baca 🤗

Pendekatan Pragmatik Dalam Tradisi Sasak (Nyeput), tulisan ini akan membawa sahabat SaBan dalam memahami pendekatan Pragmatik yang akan dikaitkan dengan Nyeput, Nyeput sendiri ialah salah satu tradisi Sasak yang sudah sangat lama berkembang.

Menurut Purwo (1990: 16) mendefinisikan pragmatik sebagai telaah mengenai makna tuturan (utterance) menggunakan makna yang terikat konteks. Sedangkan memperlakukan bahasa secara pragmatik ialah memperlakukan bahasa dengan mempertimbangkan konteksnya, yakni penggunaannya pada peristiwa komunikasi (Purwo, 1990:31). Pendekatan pragmatik itu sendiri ialah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca.

Dalam hal ini tujuan tersebut dapat berupa tujuan pendidikan, moral politik, agama, ataupun tujuan lain. Sedangkan Nyeput ialah suatu istilah yang memiliki arti mengambil satu lembar naskah kuno. Nyeput ini adalah tradisi orang sasak sebelum membaca naskah kuno atau takepan. Mengenai Naskah kuno sudah SaBan paparkan ya di tulisan SaBan yang berjudul (SaNaKku).

Selain untuk ritual sebelum membaca naskah kuno, Nyeput ini pun sering dilakukan di acara-acara sunatan, kurisan, syukuran masjid, karena Nyeput ini sendiri memiliki makna atau gambaran kehidupan. Dalam hal ini jika seseorang yang melakukan Nyeput ia akan diberitahu bagaimana gambaran kehidupannya baik tentang kisah asmara, pekerjaan, keluarga, ataupun yang lainnya. Hal ini boleh dipercayai atau tidak tergantung orang-orang yang melakukannya, namun tradisi ini sangat diyakini oleh masyarakat sasak secara umum.

Melakukan Nyeput, tidak asal-asalan tentunya sahabat SaBan, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan, adapun dua syarat wajibnya yakni menyiapkan buah lekoq atau buah pinang yang muda, dan daun sirih yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.. Kedua hal tersebut tidak hanya sekadar syarat, tetapi memiliki makna atau artinya secara khusus.

Buah lekoq dan daun sirih ialah syarat wajib yang harus disediakan, selain itu juga diiringi dengan upacara karena itu adalah harapan tertingginya orang Sasak. Karena jika kedua syarat tersebut disatukan maka hasilnya akan berubah menjadi berwarna merah dan jika sudah disatukan tidak akan pisah hal ini mencerminkan harapannya untuk dekat kepada Allah SWT,.

Bahan-Bahan yang wajib ada, Buah Pinang dan Daun Sirih.

Nah itu sekilas mengenai Pendekatan Pragmatik dan Nyeput, lalu apa hubungannya Pendekatan Pragmatik dan Nyeput???. Hal itu akan diketahui saat sahabat SaBan membaca keseluruhan tulisan ini. Jadi tetap di baca dengan baik ya, lalu tinggalkan jejak di kolom komentar.

Hubungan Nyeput dan pendekatan pragmatik tentunya sangat erat, karena nyeput ialah salah satu tradisi sasak yang dilakukkanya dengan mengambil salah satu lembar naskah kuno yang sudah dipilih. Naskah kuno itu sendiri berisikan berbagai macam, ada yang berisikan tentang peperangan, asmara, kehidupan atau hal lainnya.Nah setelah diambilnya satu lembar dari naskah kuno yang telah dipilih maka dibacakan lah bagian dari naskah kuno yang sudah dipilih tadi dengan menggunakan tembang.Usai dibacakan lalu diartikan atau dimaknai oleh para penerjemah ataupembaca naskah kuno tersebut, dari cerita lalu dimaknai selanjutnya dikaitkan dengan kehidupan nyata dari orang yang melakukan nyeput.

Proses awal Nyeput, yakni merapikan naskah atau takepan yang akan dipilih oleh orang yang akan melakukan nyeput.
Proses selanjutnya mengambil satu lembar naskah.
Proses Pembacaan Naskah yang dipilih dengan tembang.

Nah sahabat SaBan, itu beberapa dokumentasi yang ada. Jadi Nyeput ini sendiri dibacakan dengan berbagai tembang, yakni :

1. Tembang Pangkur yang memiliki karakteristik tegas.
2. Tembang Sianom yang memilik karakteristik muda dan bijaksana.
3. Tembang asmaran dane yang memiliki karakteristik kasmaran.
4. Tembang dangdang atau gendis atau burung gagak putih yang memiliki karakteristik istimewa.
5. Tembang mas kamambang, dan
6. Tembang Danur, yakni tembang yang memiliki karakteristik keras.
Jadi tembang secara umum untuk naskah ada 6 jenis-jenisnya, namun secara seratmina ada 12 tembang. Jadi kesimpulannya pendekatan pragmatic dengan Nyeput ialah pemaknaan dari cerita yang ada pada naskah tersebut lalu dimaknai secara umum dengan pemamaparan oleh orang yang bisa membaca naskah tersebut.

Narasumber SaBan pada kali ini berbeda, kalau tulisan ini dibantu oleh tiga orang narasumber, yakni :
1. Bapak Hasan,
2. Amaq Bari, dan
3. Bapak Sahdin

Foto Narasumber

Tempat SaBan penelitian ada di daerah Jonggat, tepatnya ada di desa Bonjeruk Lombok Tengah, atas bantuan bapak Usman, beliau adalah salah satu tokoh adat yang mengarahkan kami hingga bertemu dengan para penggiat naskah kuno.Tempat SaBan penelitian ada di daerah Jonggat, tepatnya ada di desa Bonjeruk Lombok Tengah, atas bantuan bapak Usman, beliau adalah salah satu tokoh adat yang mengarahkan kami hingga bertemu dengan para penggiat naskah kuno.Beliau pun pengurus Camp Bonjeruk, tak disangka ternyata kami bertemu dengan tokoh adat yang begitu baik, setelah panas-panasan menuunggu sampai selesai kaum adam jum’atan, lalu berteduh di salah satu rumah warga, hingga tersesat sampai 4 kali, sebuah pengalaman yang luar biasa, tak hanya itu sebelumnya pak Hasan penggiat naskah kuno awalnya tidak berani melakukan nyeput karena beliau tidak berani, namun karena kami telah setuju hanya dibacakan saja dan dimaknai secara umum saja maka beliau pun mau melakukan nyeput. MasyaAllah, semoga bermanfaat. Terimakasih banyak.

Wassallammu’alaikum Wa rohmatullahi Wa barokatuh.